Selasa, Oktober 07, 2008

Berapa Lama Kita Dikubur?

Sebuah Renungan Setelah Kita keluar dari Super Training Ramadhan, yang LUAR BIASA Fantastic, Yang LUAR BIASA Murah tetapi memiliki Bonus dan Nilai Pendidikan yang DAHSYAT!!!

sebelumnya Taqoballahu Minna Wa Minkum, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf LAhir dan Bathin. Semoga dengan selesainya Super Training Ramadhan, bisa menjadikan kita sebagai Hamba - Hamba yang bersyukur dengan Hijrah dari Ahli Neraka menjadi Ahli Surga yang Takwa. Amin.
untuk Sahabat dan Guru Saya..."Terima Kasih Kang...buat Inspirasi Pencerahannya"

kisah ini saya sadur dari "Jurnalisme Seruni - Berapa Lama Kita Dikubur?" yang dikirim oleh seorang rekan di milist.

Subhanalloh...

sebuah Ikhtibar untuk Kita renungkan...

Semoga senantiasa dapat mengingatkan kita mengenai apa arti kehidupan kita di dunia ini dan yang pasti semoga bermanfaat...

BERAPA LAMA KITA DIKUBUR?

Awan sedikit mendung, ketika kaki- kaki kecil Yani berlari-lari gembira diatas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah karet.

baju merahnya yang kebesaran melambai-lambai tertiup angin. Tangan kanannya memegang es krim sambil sesekali mengangkatnya kemulut untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkeram ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum karet, berputar sejenak kekanan dan kemudian duduk diatas seonggok nisan "Hj. Rajawali binti Muhammad, 19-10-1915 : 20-01-1965"

"Nak...ini kuburan nenekmu, mari kita berdoa untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yang mengangkat ke atasdan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk neneknya...

"Ayah...nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya yah?!" Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara ibunya.

"Hmm..berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya yah..." kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung.

"Ya...nenekmu sudah didalam kubur 42 tahun" jawab Ayahnya

Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan disana. Disamping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini : 19-02-1882 : 30-01-1910"

"Hmmm...kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya yah..." jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. sekali lagi ayahnya mengangguk.
Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya itu. "memangnya kenapa ndhuk?" kata sang Ayah menatap teduh mata anaknya.

"Hmm...ayah kan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu dikubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "iya kan yah?!"

Ayahnya tersenyum "lalu?"
"iya...kalau nenek banyak dosanya berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? kalo nenek banyak pahalanya, berati nenek sudah 42 tahun senang dikubur...ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampak cemas.... "iya nak, kamu pintar" kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yani nampak gelisah diatas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya...42 tahun hingga sekarang...kalau kiamat 100 tahun lagi....142 tahun disiksa...atau bahagia kubur....lalu dia menunduk dan meneteskan air mata...

kalau Ia meninggal...lalu banyak dosanya...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi, berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?!
Innalillaahi Wa Inna Ilaihi Roji'un....air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah dia selama itu disiksa? iya kalau kiamat 1000 tahun kedepan, kalau 2000 tahun lagi? kalau 3000 tahun lagi? selama itu Ia akan disiksa dalam kubur.
Lalu setelah dikubur? bukankah akan lebih parah lagi? Tahankah? padahal melihat preman dipukuli massa di televisi kemarin Ia sudah tidak tahan...dan apakah semua harta yang dikumpulkan akan dapat membantu ketika sedang berhadapan dengan Malaikat Maut? posisi dan jabatannya, dapatkah men back up nya? Harta dan Jabatan semua ditinggalkan dan menjadi tidak berguna pada waktu itu....

Ya ALLAH...Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur...air matanya semakin membanjiri jenggotnya.

Allahumma As Aluka Khusnul Khootimah...berulang kali dibacanya DO'A itu hingga suaranya serak....dan Ia berhenti sejenak ketika terdengar batu Yani.

Dihampirinya Yani yang sedang tertidur pulas diatas dipan bambu. Dibetulkannya selimutnya. Yani terus tertidur...tanpa tahu betapa Sang Bapak sangat berterima kasih padanya, karena telah menyadarkannya Arti Sebuah Kehidupan...dan apa yang Akan Datang DiDepannya...

"Yaa ALLAH, letakkan dunia ditanganku, jangan Kau letakkan di hatiku....."

Jumat, September 12, 2008

HATI – HATI HEAT STROKE di BULAN RAMADHAN

Heat Stroke, mungkin bagi sebagian orang sudah kenal apa yang disebut dengan Heat Stroke. Terutama bagi teman-teman penggiat aktivitas alam terbuka, gangguan kesehatan ini sudah umum dan biasa menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Tetapi mungkin bagi sebagian yang lain belum tahu apa itu Heat Stroke.

Dalam kesempatan ini akan coba saya sharing deh…
Ahamdulilah…2 hari ini saya diingatkan kembali untuk belajar lagi apa itu Heat Stroke (mungkin karena udah lama gak beraktifitas Out Door kali ya…).
2 hari ini saya sedikit lengah, dengan cuaca kota Surabaya yang panas tenyata melindungi diri dengan jaket dan masker ternyata tidak cukup, dan perlu diingat adalah walaupun dengan “seragam harian” seperti itu, sirkulasi udara memang harus berjalan dengan lancar sehingga bisa mendinginkan suhu tubuh dan ternyata ketika saya sadar…saya Terserang PANAS alias HEAT STROKE.

Apa sih Heat Stroke itu?
Heat Stroke secara harafiah artinya adalah Serangan Panas, kata lainnya adalah Peningkatan Suhu Tubuh yang cepat dan drastis yang diakibatkan karena terpapar hawa panas dalam jangka waktu yang lama.
Persamaannya adalah Hyperthermia atau Heat Exhaustion. Lawannya atau gangguan kebalikannya adalah Hypothermia atau penurunan suhu tubuh yg dratis.

Dibawah ini adalah sedikit penjelasan (dalam bahasa inggris) tentang gejala-gejala serangan panas tersebut….dan akan saya coba untuk berikan terjemahannya (mohon maaf kalo kurang pas)…

Hyperthermia/Heat Exhaustion Sypmtom & Signs
- Increased thirst (Haus yang berlebihan)
- Weakness (Kecapekan, kelelahan)
- Mental or physical disorientation (disorientasi mental atau fisik)
- Nausea (berhalusinasi)
- Profuse sweating (keringat yg berlebihan)
- Cold or clammy skin (kulit dingit dan keriput)
- Visual Disturbances (gangguan visual, kabur)

Heat Stroke Symptom & Signs :
- Confusion (Cemas)
- Bizarre behavior (perilaku diluar kebiasaan)
- Strong or rapid pulse/heartbeat (detak jantung cepat/kuat)
- Extreme fatique (kelelahan yang sangat)
- Loss of consciousness (hilang kesadaran)
- Body temperature over 104 degrees Fahrenheit (suhu tubuh diatas kurang lebih 38 derajat celcius – maaf kalo salah, lupa perbandingan antara Fahrenheit & celcius)
- Lack of sweating with dry red skin (kurang berkeringat, diikuti dengan kulit memerah dan kering)


ACTIONS
As Soon You Notice That Symptom of Hyperthermia
- Rest in cool shaded place/area with feet elevated (istirahatkan di tempat sejuk)
- Remove excess clothing (buka pakaiannya, untuk mengurangi panas)
- Splash skin with cool or tepid water, or apply cool towels or skin to skin and head (perciki kulit dengan air dingin, gunakan handuk basah untuk compress kulit dan terutama kepala)
- Move to an air conditioned setting (pindahkan ke ruangan ber-AC)
- Drink a lots of cool water, fruit juices or sports drink (berikan banyak minum juice, air dingin (tapi bukan air es), atau minuman isotonic/cairan infuse)
- Seek emergency medical treatment and advice (cari bantuan medis secepatnya)

Nah sekarang, mengapa kita harus hati2 terhadap HEAT STROKE??
Bagi rekan – rekan yang berada di kota – kota yang bersuhu udara panas, seperti Surabaya, sebagian Jakarta, Makassar, Balikpapan, dll, serangan Heat Stroke ini akan sangat mungkin terjadi. Apalagi bila kita sedang dalam keadaan puasa dan waktu sahur, konsumsi cairan kita pada waktu sahur kurang.

Dengan kondisi puasa ini, tubuh kita secara tidak langsung akan “diminta” untuk bekerja lebih keras dari biasanya, apalagi dengan dukungan cairan tubuh yang terbatas, maka penguapan dan paparan panas akan semakin terasa dan mengikis persediaan air dalam tubuh kita. Dengan semakin terkikisnya persediaan air dalam tubuh kita, maka sebagai bentuk pertahanan diri, maka tubuh kita pun akan ikut menjadi panas (ingat saat balita di imunisasi kan?). Nah ketika kenaikan suha panas tubuh kita itu berlangsung berulang kali, tanpa ada ganti cairan yang memadai maka saat itulah mulai terjadi Heat Stroke dalam kapasitas yang ringan. Apabila keadaan ini berulang kali kita abaikan, maka akan mungkin sekali bila level Heat Stroke menjadi tinggi.

Salah satu gejala awam yang muncul (seperti juga saya sebutkan diatas) adalah rasa haus dan gerah yang berlebihan, kepala pening, tenggorokan kering dan bila sudah parah bisa terjadi mimisan, kejang dan pingsan.

Alhamdulilah…2 hari ini saya mengalami sendiri Heat Stroke, dan alhamdulilah pulang sekarang sudah berkurang dan berangsur membaik. Saya hanya ingin mengingatkan kepada teman-teman untuk waspada, terutama buat teman-teman yang saat sahur maupun berbuka kurang mengkonsumsi air terutama air putih, supaya cairan dalam tubuh kita tetap seimbang sampai akhir ramadhan nanti amin.

Selamat berpuasa, dan semoga puasa kita menjadikan diri kita lebih baik dalam beribadah amin.

Salam Fantastic,
Fei Hestamma W.

Jumat, September 05, 2008

Kisah seekor Belalang

Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak.
Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya
tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati
kebebasannya.

Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain.
Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat
lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya,
“Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh,
padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk
tubuh ?”.

Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan,
“Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang
yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang
aku lakukan”.

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak
itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi
belalang lain yang hidup di alam bebas.

Renungan :
Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah
juga mengalami hal yang sama dengan belalang.

Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan
yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga,
seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang
membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai
mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita
tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu?
Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai
mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa
Anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau Anda
mau menyingkirkan “kotak” itu?
Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai
sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan
Anda?

Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan
untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa
yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai
apapun yang Anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang,
tapi bila Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan
itu pasti akan terbayar.

Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup
pilihan Anda. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan
untuk Anda.

Senin, September 01, 2008

MENSYUKURI NERAKA

by Gede Prama


Entah kapan dimulai, dan siapa yang memulainya tidaklah terlalu jelas. Yang jelas, ada banyak sekali manusia yang amat rindu akan surga dan amat takut sama neraka. Dari anak kecil sampai orang tua, dari orang desa sampai orang kota, kebanyakan rindu surga dan takut neraka.

Jujur harus diakui, sayapun pernah lama dilanda kerinduan dan ketakutan semacam itu. Cuman, setelah menelusuri lorong-lorong kehidupan dengan kedalaman kontemplasi tertentu, rupanya kita manusia sudah terlalu lama manja dengan buaian surga, dan dibuat takut oleh ancaman neraka. Untuk kemudian kehilangan dua kesempatan emas dalam hidup. Kesempatan emas pertama, manusia kehilangan kekuatan amat besar yang bernama keikhlasan. Kesempatan emas kedua, justru melalui tempaan-tempaan neraka yang ditakuti (baca : masalah) kemudian manusia jadi kuat dan hebat.

Konsepsi surga-neraka, sebagaimana kita tahu, memang memiliki banyak sekali manfaat. Cuman, sebagaimana wajah dualitas manapun, konsepsi surga-neraka membuat tidak sedikit manusia kemudian "berdagang" dengan kehidupan. Sebagai akibatnya, manusia kehilangan keikhlasan sebagai kekuatan kehidupan.

Ada cerita tentang sebuah desa yang tidak berhasil memotong pohon besar mengganggu. Karena berbagai peralatan tidak berhasil membuat pohon tumbang, dicurigai pohon ini ditunggui mahluk dengan kekuatan metafisik tertentu. Dicarilah orang "pintar" yang bisa membantu. Ternyata, ada orang berpenampilan sederhana yang bisa memotong pohon tadi dengan gergaji biasa. Orang terakhir hanya memotong pohon tadi dengan kalimat permulaan yang berbunyi : "dengan keikhlasan di depan Tuhan, tidak ada yang tidak bisa dilakukan".

Ternyata kinerja orang sederhana ini terdengar ke banyak tempat. Di samping karena kekaguman masyarakat, juga kerena hadiah besar yang telah diterimanya. Di desa seberang yang memiliki problema yang serupa kemudian memanggilnya. Dan setelah memotong pohon dengan teknik dan alat yang sama, ternyata berkali-kali hanya berujung kegagalan. Ada yang berubah, katanya setelah berulang kali gagal, hadiah rupanya melenyapkan keikhlasan!

Ini memang hanya sebuah cerita, namun layak direnungkan kalau keikhlasan bukanlah sumber kelemahan. Ia sejenis tenaga dalam yang bisa membuat manusia jadi demikian perkasa. Terinspirasi dari banyak cerita-cerita sufi, demikian juga dari puisi-puisi Gibran dan Rumi, serta kualitas pemimpin-pemimpin yang masih berkuasa ketika badannya sudah disebut meninggal oleh dokter, keikhlasan sudah menjadi tema kehidupan yang kuat sejak dulu.


Kesempatan emas kedua yang dibuat lenyap oleh konsepsi surga-neraka, adalah kekuatan-kekuatan yang bisa dihadirkan oleh keseharian yang penuh dengan "neraka". Masalah, godaan, tantangan, persoalan adalah rangkaian hal yang ditakuti banyak manusia sebagaimana mereka menakuti neraka. Semakin sedikit wajah neraka seperti ini yang hadir, semakin baik bagi para pengagum surga.

Ternyata kehidupan bertutur dan bercerita lain. Sebagaimana pernah dituturkan secara apik oleh M. Scott Peck dalam The Road Less Travelled, mereka-mereka yang menakuti neraka ternyata tumbuh jadi manusia lemah dan lembek. Sebagian bahkan terkena penyakit kejiwaan yang menyedihkan. Di bagian awal buku inspiratif ini Scott Peck menulis : ?This tendency to avoid problems and emotional suffering inherent in them is the primary basis of all human mental illness?. Kecenderungan untuk lari dari masalah dan penderitaan adalah fundamen utama dari kondisi mental yang tidak terlalu sehat.

Bercermin dari sini, neraka tidaklah seburuk bayangan banyak orang. Dalam lapisan-lapisan kejernihan yang lebih dalam, neraka adalah tempat pemurnian. Sebuah tempat di mana sampah-sampah kehidupan diolah menjadi pupuk-pupuk berguna. Sebutlah masalah keseharian seperti dimarahin atasan. Sesaat memang membuat yang bersangkutan kesal, tetapi kemarahan atasan sedang membuatnya jadi kuat. Atau memiliki isteri yang cerewetnya minta ampun, ia memang sengaja hadir untuk membuat sang suami jadi sabar. Demikian juga dengan masalah lain.

Yang jelas, lari dari persoalan memang enak sebentar, tetapi ia membawa dampak jangka panjang yang negatif. Meminjam argumen Scott Peck dalam karya di atas, kesukaan untuk lari dari masalah dan tanggung jawab adalah ciri utama dari manusia-manusia yang terkena penyakit character disorder. Lebih dari sekadar terkena penyakit kejiwaan tadi, tantangan dan masalah sebenarnya serupa dengan tangga-tangga kedewasaan dan kematangan. Semakin tinggi dan besar masalahnya, itu berarti kaki sang hidup sedang melangkah di tempat yang juga tinggi.

Surga (baca : kebahagiaan) memang udara kehidupan yang indah dan segar, tetapi ia terasa jauh lebih indah dan segar jika seseorang pernah melalui tangga-tangga neraka. Serupa dengan lingkaran Yin-Yang yang di belah dua, awalnya memang ada beda jelas dan tegas antara surga dan neraka. Surga itu berisi senyuman, neraka berisi tangisan. Namun, di tingkatan-tingkatan kejernihan, sekat dan pemisah tadi sudah tidak ada. Suka-duka, tangisan-senyuman, sukses-gagal hanyalah aliran kehidupan yang datang dengan peran masing-masing. Persis seperti siang yang berganti malam dan juga sebaliknya, setiap pergantian berjalan tenang dan tenteram. Dan jangan lupa, kualitas hidup di dalam diri seperti ini hanya bisa dicapai oleh manusia yang mendalami hakekat syukur akan adanya neraka.*****

Jumat, Agustus 22, 2008

MENGUBAH CACIAN JADI KEKAGUMAN

Posted by Gede Prama on 2005-04-06

MENJADI besar tanpa penderitaan sekaligus cacian orang, itulah
kemauan banyak sekali anak muda. Dan kalau memang kehidupan seperti
itu ada, tentu ada terlalu banyak manusia yang juga menginginkannya.
Sayangnya wajah kehidupan seperti ini tidak pernah ada. Sehingga
jadilah cita-cita menjadi besar tanpa penderitaan hanya sebagai
khayalan manusia malas yang tidak pernah mencoba.

Ini serupa dengan khayalan seorang sahabat Amerika yang bertanya:
kenapa Yesus tidak lahir di Amerika di abad ke-21 ini? Rekan lainnya
sesama Amerika menimpali sambil bercanda: memangnya ada wanita
Amerika yang masih perawan? Namanya juga canda, tentu tidak
disarankan untuk memikirkannya terlalu serius. Apalagi tersinggung.
Namun bercanda atau tidak, serius atau sangat serius, kisah-kisah
manusia kuat dan terhormat hampir semuanya berisi kisah-kisah penuh
cacian sekaligus penderitaan. Sebutlah deretan nama-nama mengagumkan
seperti Nelson Mandela, Mahatma Gandhi sampai dengan Dalai Lama.
Semuanya dibikin kuat sekaligus terhormat oleh penderitaan.

Mandela menjadi kuat dan terhormat karena puluhan tahun dipenjara,
disakiti serta diasingkan. Sekarang, ia tidak saja dihormati dan
disegani namun juga menjadi modal demokrasi yang mengagumkan bagi
Afrika Selatan. Gandhi besar dan menjulang karena terketuk amat dalam
hatinya oleh kesedihan akibat diskriminasi dan penjajahan. Dan yang
lebih mengagumkan, tatkala perjuangannya berhasil, ia menolak memetik
buah kekuasaan dari hasil perjuangannya yang panjang, lama sekaligus
mengancam nyawa.

Dalai Lama apa lagi. Di umur belasan tahun kehilangan kebebasan.
Menginjak umur dua puluhan tahun kehilangan negara. Dan sampai
sekarang sudah hidup di pengungsian selama tidak kurang dari empat
puluh lima tahun. Setiap hari menerima surat sekaligus berita
menyedihkan tentang Tibet. Lebih dari itu, negaranya Tibet sampai
sekarang kehilangan banyak sekali hal akibat masuknya pemerintah Cina.
Namun sebagaimana sudah dicatat rapi oleh sejarah, daftar-daftar
kesedihan Dalai Lama ini sudah berbuah teramat banyak. Menerima
hadiah nobel perdamaian di tahun 1989. Setiap kali berkunjung ke
negara-negara maju disambut lebih meriah dari penyanyi rock yang
terkenal. Karya-karyanya mengubah kehidupan demikian banyak orang.
Sampai dengan julukan banyak sekali pengagumnya yang menyimpulkan
kalau Dalai Lama hanyalah seorang living Buddha.

Hal serupa juga terjadi dengan tokoh wanita mengagumkan bernama Evita
Peron. Belum berumur sepuluh tahun keluarganya berantakan karena
ayahnya meninggal. Kemudian menyambung kehidupan dengan cara menjadi
pembantu rumah tangga. Bosan jadi pembantu kemudian menjadi penyanyi
bar. Dan bahkan sempat diisukan miring dalam dunia serba gemerlap
ini. Pernikahannya dengan Juan Peron tidak mengakhiri penderitaan,
malah menambah panjangnya aliran sungai air mata. Namun kehidupan
Evita Peron demikian bercahaya. Tidak saja di Argentina ia bercahaya,
di dunia ia juga bercahaya.

Salah satu guru meditasi mengagumkan di Amerika bernama Pema Chodron.
Tidak saja bahasanya sederhana, pengungkapan idenya juga mendalam.
Namun kekaguman seperti ini juga berawal dari kesedihan mendalam.
Sebagaimana yang ia tuturkan dalam When Things Fall Apart, perjalanan
kejernihan Pema Chodron mulai dengan sebuah kesedihan yang tidak
terduga:

suaminya mengaku jatuh cinta pada wanita lain dan minta segera cerai.
Bagi seorang wanita setia, tentu saja ini seperti petir di siang
bolong. Namun betapa menyakitkan pun beritanya, hidup harus tetap
berjalan.

Dari sinilah ia belajar meditasi dari Chogyam Trungpa. Dan ini juga
yang membukakan pintu kehidupan yang mengagumkan belakangan. Sehingga
di salah satu bagian buku tadi, Chodron secara jujur mengungkapkan
kalau mantan suaminya yang di awal seperti mencampakkan hidupnya,
ternyata seorang pembuka pintu kehidupan yang mengagumkan.

Cerita Thich Nhat Hanh lain lagi. Tokoh perdamaian asli Vietnam ini
mengalami banyak sekali pengalaman getir ketika perang Vietnam. Kalau
soal hampir mati, atau hampir diterjang peluru panas sudah biasa.
Namun tatkala membawa misi perdamaian ke Amerika, ternyata pemerintah
Vietnam melarangnya kembali ke Vietnam. Dan sejak puluhan tahun yang
lalu Thich Nhat Hanh bermukim di Prancis. Dan penderitaan serta
kesedihan-kesedihan yang mendalam ini juga yang membuat nama Hanh
demikian dikenal dan menjulang. Pernah dinominasikan sebagai pemenang
hadiah Nobel perdamaian, dihormati di banyak sekali negara, dan karya-
karyanya lebih dari sekadar mengagumkan.

Daftar panjang tokoh-tokoh kuat sekaligus terhormat, yang dibuat
besar oleh penderitaan dan cacian orang masih bisa diperpanjang.
Namun semua ini sedang membukakan pintu kehidupan yang amat berguna:
penderitaan dan cacian orang ternyata sejenis vitamin jiwa yang
membuatnya jadi menyala. Ini mirip sekali dengan judul sebuah buku
indah yang berbunyi: Pain, the Gift that Nobody Want. Rasa sakit,
penderitaan, cacian orang hampir semua manusia tidak menghendakinya.
Tidak saja lari jauh-jauh, bahkan sebagian lebih doa manusia memohon
agar dijauhkan dari penderitaan, cacian sekaligus rasa sakit.

Namun daftar panjang kisah manusia seperti Dalai Lama, Pema Chodron
sampai dengan Thich Nhat Hanh ternyata bertutur berbeda. Hanya
manusia-manusia yang penuh kesabaran dan ketabahan untuk tersenyum di
tengah cacian dan penderitaan, kemudian jiwanya menyala menerangi
kehidupan banyak sekali orang.

Ternyata, penderitaan dan cacian orang – di tangan manusia-manusia
sabar dan tabah – bisa menjadi bahan-bahan yang memproduksi kekaguman
orang kemudian. Persoalannya kemudian, di tengah-tengah sebagian
lebih wajah kehidupan yang serba instant, punyakah kita cukup banyak
kesabaran dan ketabahan?


Oleh: GEDE PRAMA
sumber: Motivasi_Net




HADIAH TERBAIK UNTUK DIRI SENDIRI

Posted by Gede Prama on 2005-08-16

Setiap orang pernah mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan. Ada masa sulit dalam berumah tangga, kehidupan karir, kesehatan, atau kehidupan pribadi yang diguncang badai. Kebanyakan juga setuju kalau masa-masa sulit ini bukanlah keadaan yang diinginkan. Sebagian orang bahkan berdoa, agar sejarang mungkin digoda oleh keadaan-keadaan sulit. Sebagian lagi yang dihinggapi oleh kemewahan hidup ala anak-anak kecil, mau membuang jauh-jauh, atau lari sekencang-kencangnya dari godaan hidup sulit.

Akan tetapi, sekencang apapun kita menjauh dari kesulitan, ia tetap akan menyentuh badan dan jiwa ini di waktu-waktu ketika ia harus datang berkunjung. Rumus besi kehidupan seperti ini, memang berlaku pada semua manusia, bahkan juga berlaku untuk seorang raja dan p! enguasa yang paling berkuasa sekalipun.

Sadar akan hal inilah, saya sering mendidik diri untuk ikhlas ketika kesulitan datang berkunjung. Syukur-syukur bisa tersenyum memeluk kesulitan. Tidak dibuat sakit dan frustrasi saja saya sudah sangat bersyukur. Pelukan-pelukan kebijakan seperti inilah yang datang ketika sang hidup sempat membanting saya dari sebuah ketinggian. Sakit memang, tapi karena ia sudah saatnya datang berkunjung, dan kita tidak punya pilihan lain terkecuali membukakan pintu rumah kehidupan, maka seterpaksa apapun hanya keikhlasanlah satu-satunya modal berguna dalam hal ini.

Senyum penerimaan terhadap kesulitan memang terasa kecut di bibir. Dan sebagaimana logam yang sedang dibuat menjadi patung indah, kesulitan memang terasa seperti semprotan panasnya api mesin las, dihajar oleh palu besar, kencangnya cubitan tang, menyakitkannya goresan-goresan amplas kasar, atau malah tidak enaknya bau cat yang menyelimuti selu! ruh badan patung logam. Semua tahu, kalau badan dan jiwa ini kemudian akan menjadi 'patung logam' yang lebih indah dari sebelumnya. Tetapi tetap saja ada sisa-sisa ketakutan - dan bahkan mungkin trauma - yang membuat kita manusia menghindar dari kesulitan.

Cuma selebar apapun goresan luka yang dibuat oleh kesulitan, ada mahluk yang amat berguna dan amat dibutuhkan dalam pengalaman-pengalaman menyakitkan ini, ia bernama sahabat. Tidak semua sahabat fasih memberikan nasehat. Tetapi dengan kesediaannya untuk mendengar, sinaran mata yang berisi empati, kesediaan untuk menjaga rahasia, sahabat menjadi permata berlian yang amat berguna dalam keadaan-keadaan ini.

Di rumah saya memiliki seorang sahabat yang amat mengagumkan. Dari segi pendidikan formal ia hanya tamatan SMU. Bahkan SMU tempat ia bersekolah dulu sudah bubar, sebagai tanda ia bukanlah berasal dari sekolah yang terlalu membanggakan. Namun nasehat serta keteladanan hidupnya kadang mengagumkan.

Di kantor saya memiliki sejumlah bawahan yang datang sama manisnya baik ketika dipuji maupun setelah di! maki. Seorang tetangga menelpon, mengirim SMS dan bahkan menyempatkan diri berkunjung ke rumah. Tidak untuk memberikan ceramah, hanya untuk mendengar. Seorang sahabat dekat yang memimpin sebuah raksasa teknologi informasi bahkan mengatakan bangga menjadi sahabat saya.

Ketika tulisan ini dibuat, seorang sahabat lama yang tinggal di Surabaya menelepon, tanpa bermaksud menggurui ia mengutip kata-kata indah Confucius :
'Manusia salah itu biasa, tetapi menarik pelajaran dari kesalahan itu baru luar biasa'.

Apa yang mau saya tuturkan dengan semua ini, rupanya sahabat adalah hadiah paling berharga yang bisa kita berikan pada diri kita sendiri. Secara lebih khusus ketika kita ditimpa kesulitan yang menggunung. Sehingga patut direnungkan, kalau kita perlu menabung perhatian, empati, cinta buat para sahabat. Tidak untuk berdagang dengan kehidupan. Dalam arti, memberi dengan harapan agar diberi kelak. Melainkan, sebagaimana cerita dan pengalaman di atas, dalam dunia persahabatan, dalam memberi kita sebenarnya sudah diberi. Bahkan, setiap sahabat yang memberi perhatian dan empati pada sahabat lainnya, ketika itu juga mengalami the joy of giving. Ketika itu juga seperti ada beban di bahu yang berkurang jauh beratnya.

Ada memang orang yang memiliki banyak sekali teman. Kemana-mana namanya dipanggil orang. Cuman, sedikit diantara semua teman yang banyak ini kemudian bisa menjadi sahabat. Bercermin dari kenyataan inilah, maka saya lebih memusatkan diri untuk mencari dan membina sahabat. Jumlahnya memang tidak akan pernah banyak. Bahkan ia lebih sedikit dari jumlah jari tangan. Cuma sesedikit apapun jumlahnya, sahabat tetap sejenis hadiah terbaik yang bisa kita bisa berikan buat diri sendiri.

Mobil mewah memang bisa membawa kita ke tempat jauh lengkap dengan gengsinya. Rumah mewah memang bisa meningkatkan kenyamanan tinggal sekaligus meningkatkan kelas. Ijazah lengkap dengan gelarnya yang mentereng juga bisa meningkatkan percaya diri. Akan tetapi, baik mobil mewah, rumah mewah maupun ijazah tidak bisa menghadirkan empati yang menyentuh hati

Di sebuah Sabtu pagi, seorang sahabat yang membaca harian Kompas yang
memberitakan bahwa saya mengundurkan diri dari jabatan presiden direktur di sebuah kelompok usaha amat besar di negeri ini, langsung menelepon saya dari tempat yang jauh. Ia berucap sederhana : 'saya bangga jadi teman Anda'. Inilah hadiah terbaik yang bisa dihadiahkan ke diri sendiri. Ia tidak dibungkus kado, ia juga tidak hanya datang ketika hari raya atau ulang tahun. Ia justru lebih sering datang ketika kita amat membutuhkannya.


Sumber: Hadiah Terbaik Untuk Diri Sendiri oleh Gede Prama






Selasa, Agustus 19, 2008

Sebuah Pertanyaan Tentang TUHAN

An atheist professor of philosophy speaks to his class on the problem
science has with God, The Almighty.

He asks one of his new Muslim students to stand and.....

Professor: You are a Muslim, aren't you, son?
Student : Yes, sir.

Prof: So you believe in God?
Student : Absolutely, sir.

Prof: Is God good?
Student : Sure.

Prof: Is God all-powerful?
Student : Yes.

Prof: My brother died of cancer even though he prayed to God to heal
him. Most of us would attempt to help others who are ill. But God
didn't. How is this God good then? Hmm?
(Student is silent.)

Prof: You can't answer, can you? Let's start again, young fella. Is
God good?
Student :Yes.

Prof: Is Satan good?
Student : No.

Prof: Where does Satan come from?
Student : From...God...

Prof: That's right. Tell me son, is there evil in this world?
Student : Yes.

Prof: Evil is everywhere, isn't it? And God did make everything. Correct?
Student : Yes.

Prof: So who created evil?
(Student does not answer.)

Prof: Is there sickness? Immorality? Hatred? Ugliness? All these
terrible things exist in the world, don't they?
Student :Yes, sir.

Prof: So, who created them?
(Student has no answer.)

Prof: Science says you have 5 senses you use to identify and observe
the world around you. Tell me, son...Have you ever seen God?
Student: No, sir.

Prof: Tell us if you have ever heard your God?
Student : No , sir.

Prof: Have you ever felt your God, tasted your God, smelt your God?
Have you ever had any sensory perception of God for that matter?
Student : No, sir. I'm afraid I haven't.

Prof: Yet you still believe in Him?
Student : Yes.

Prof: According to empirical, testable, demonstrable protocol, science
says your GOD doesn't exist. What do you say to that, son?
Student : Nothing. I only have my faith.

Prof: Yes. Faith. And that is the problem science has.
Student : Professor, is there such a thing as heat?

Prof: Yes.
Student : And is there such a thing as cold?

Prof: Yes.
Student : No sir. There isn't.
(The lecture theatre becomes very quiet with this turn f events.)

Student : Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat,
mega heat, white heat, a little heat or no heat. But we don't have
anything called cold. We can hit 458 degrees below zero which is no
heat, but we can't go any further after that. There is no such thing
as cold. Cold is only a word we use to describe the absence of heat.
We cannot measure cold. Heat is energy. Cold is not the opposite of
heat, sir, just the absence of it.
(There is pin-drop silence in the lecture theatre.)

Student : What about darkness, Professor? Is there such a thing as
darkness?
Prof: Yes. What is night if there isn't darkness?

Student : You're wrong again, sir. Darkness is the absence of
something. You can have low light, normal light, bright light,
flashing light....But if you have no light constantly, you have
nothing and it's called darkness, isn't it? In reality, darkness
isn't. If it were you would be able to make darkness darker, wouldn't you?
Prof: So what is the point you are making, young man?

Student : Sir, my point is your philosophical premise is flawed.
Prof: Flawed? Can you explain how?

Student : Sir, you are working on the premise of duality. You argue
there is life and then there is death, a good God and a bad God.
You are viewing the concept of God as something finite, something we
can measure. Sir, science can't even explain a thought. It uses
electricity and magnetism, but has never seen, much less fully
understood either one. To view death as the opposite of life is to be
ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing.
Death is not the opposite of life: just the absence of it. Now tell
me, Professor. Do you teach your students that they evolved from amonkey?

Prof: If you are referring to the natural evolutionary process, yes,
of course, I do.
Student : Have you ever observed evolution with your own eyes, sir?
(The Professor shakes his head with a smile, beginning to realize
where the argument is going.)

Student : Since no one has ever observed the process of evolution at
work and cannot even prove that this process is an on-going endeavour,
are you not teaching your opinion, sir? Are you not a scientist but a
preacher?
(The class is in uproar.)

Student : Is there anyone in the class who has ever seen the
Professor's brain?
(The class breaks out into laughter.)

Student : Is there anyone here who has ever heard the Professor's
brain, felt it, touched or smelt it?.....No one appears to have done so.
So, according to the established rules of empirical, stable,
demonstrable protocol, science says that you have no brain, sir. With
all due respect, sir, how do we then trust your lectures, sir?
(The room is silent. The professor stares at the student, his face
unfathomable.)

Prof: I guess you'll have to take them on faith, son.
Student : That is it sir.. The link between man & god is FAITH. That
is all that keeps things moving & alive.

Terjemahan Bahasa


Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut
prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa
berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa
sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap.
Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.
Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.
Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan.

Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.
Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.


disadur dari : Milist Trainers Club Indonesia, trainersclub@yahoogroups.com

Rabu, Agustus 06, 2008

Untukmu INDONESIA ku

SATU INDONESIA SATU











63 Tahun sudah Indonesia Merdeka

Indonesia kita semakin tua, tapi Indonesia kita belum juga Dewasa.
Perbedaan memang ada tetapi Tidak untuk dibeda - bedakan.

Bhinneka Tunggal Ika.
Berbeda tetapi Tetap Satu Indonesia.

Lihatlah perbedaan sebagai Satu Kesatuan,
Satu Indonesia Satu.

Satu Keindahan yang terdiri dari Ribuan Indahnya Perbedaan Budaya
Satu Keindahan Warna Indonesia karena keanekaragamannya.
Satu Ciri Khas Indonesia, Unity In Diversity.

SATU INDONESIA SATU
dan di Mata Hatiku Hanya Ada Satu Indonesia Bersatu
.


Picture: Indonesian Society by Indonesia @ Deviantart.com

Jumat, Agustus 01, 2008

Untukmu para Al-Faqir


Wahai Al-Faqir…Tengoklah diri kita…

Sesungguhnya menuntun setiap mukmin untuk menyadari bahwa tak soal siapa, apa dan bagaimana kita dimasa lalu, yang terpenting adalah bagaimana kita membentuk hari ini untuk mencapai hari esok yang lebih baik dan menuntaskan hidup ini dalam kondisi yang paling baik.

Maka Allah menegaskan betapa beruntungnya mereka yang memilih jalan kebaikan dan mensucikan dirinya. Sebaliknya betapa meruginya mereka yang memilih jalan keburukan dan mengotori dirinya.

Ingatlah! Sekali anda sombong maka berarti anda telah merendahkan diri anda sendiri, sekali anda angkuh maka anda telah menghina diri anda sendiri.

Karena dengan sombong dan angkuh walaupun itu hanya sekali, anda akan tercela dan merendahkan martabat anda di mata orang dan membuat mereka selalu berpikiran negatif terhadap anda.

Ketika Allah Azza Wa Jalla menginginkan hamba-Nya menjadi sosok yang lebih baik, maka Allah Azza Wa Jalla tak akan berhenti mengujinya hingga hamba al-faqir itu menjadi tangguh dan lebih baik lagi.

Wahai Nafsul Muthmainah…

Wahai Jiwa –jiwa yang Tenang....

Lembutkan hatimu…

Lembutkan hatimu…

Lembutkan hatimu....

Lembutkan ucapanmu...

Be Istiqomah, Sabar, dan Ikhlash wahai Al-Faqir.....


Rajawali, 23 Maret 2007

Fei “Al-Faqir”

1 Tahun

1 Tahun itu…

Usiaku berkurang lagi 1 tahun...

Namun hidupku di dunia juga bertambah 1 tahun.

Entah apa yang telah terjadi dalam masa itu

Karena masa 1 tahun, tidaklah panjang dan tidak pula pendek

1 tahun itu penuh makna

Bila telah lewat, tak ada yang perlu disesali

1 tahun itu penuh dengan perubahan

Tinggal bagaimana kamu mengarahkan perubahannya...

Mau menjadi baik atau buruk, hanya engkau yang menentukan

Kata orang... “The Choice is Yours”

Pilihan ada di Tanganmu kawan...

Betapa berharganya waktu 1 tahun...

Demi masa...sesungguhnya manusia kerugian

Melainkan bagi orang – orang yang beramal sholih

Untuk itu manfaatkan dengan baik masa 1 tahun mu...

Karena tidak semua orang memperoleh kesempatan

untuk mendapatkan 1 tahunnya kembali

be wise & be a light...

Anne Klein II @ 02.20

13 Februari 2007

Fei Hestamma W

ANAK KERANG


Anak Kerang

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.

"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu takbisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam."

"Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya.

Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar.

Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna.

Penderitaannya berubah menjadi mutiara, air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yang menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki, menjadi `kerang biasa' yang disantap orang, atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara'.

Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'.

So..sahabat mungkin saat ini kamu sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang disekitar kamu..

Cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong
tersebut, dan sambil katakan didalam hatimu.. "Air mataku Diperhitungkan Tuhan.."

dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara-mutiara..."

Senin, Juli 21, 2008

Nasehat Iman Ghozali

Nasehat imam ghazali

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya....

pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?".

Murid-muridnya menjawab "orang tua,guru,kawan,dan sahabatnya".

Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI". Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185)

Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua.... "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".

Murid -muridnya menjawab "negara Cina, bulan, matahari dan bintang -bintang".

Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan itu adalah benar.
Tapi yang paling benar adalah "MASA LALU". Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga.... "Apa yang paling besar di dunia ini?".

Murid-muridnya menjawah "gunung, bumi dan matahari".

Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU" (Al A'Raf 179).Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".

Ada yang menjawab "besi dan gajah". Semua jawaban adalah benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "MEMEGANG AMANAH" (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.

Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?"

...Ada yang menjawab "kapas, angin, debu dan daun-daunan".

Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Sholat. Gara-gara pekerjaan kita meninggalkan sholat, gara-gara bermesyuarat kita meninggalkan sholat.

Dan pertanyaan keenam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?"

...Murid-muridnya menjawab dengan serentak, "pedang".
Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA" Karena melalui lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Coutesy of : Pengajian Alif

Jumat, Juni 20, 2008

Training Pra-Nikah



Buat temen2 yang pengen dan merencanakan pernikahan, buat yang belum dapat calon pendamping, dan buat temen2 yang mengidamkan sebuah pernikahan suci menuju sakinah, mawwadah, warahmah silahkan ikut dalam seminar ini deh...
insyaAllah akan bisa lebih tahu bagaimana mempersiapkan diri untuk menuju ke jenjang pernikahan mulai dari menata niat dan hati serta seluk beluk perjalanan menuju ke pelaminan.

buat yg baru menikah kalo mau ikutan juga tidak apa - apa kok

harga normal Rp.100.000,- tapi kalo sebelum 29 Juni 2008 harganya cuma Rp. 75.000,-

kalau berminat kontak aja ke Henny Ovale Management - 031 60130530

sampai bertemu di Lokasi ya...
Tanggal 13 Juli 2008
di Rumah Makan Biyung
Jl. Raya Gubeng 44 - Surabaya

Rabu, April 30, 2008

Top 10 Mysteries of the Mind




Much of what we don't understand about being human is simply in our heads. The brain is a befuddling organ, as are the very questions of life and death, consciousness, sleep, and much more. Here's a heads-up on what's known and what's not understood about your noggin. -Jeanna Bryner

10
Sweet Dreams
If you were to ask 10 people what dreams are made of, you'd probably get 10 different answers. That's because scientists are still unraveling this mystery. One possibility: Dreaming exercises brain by stimulating the trafficking of synapses between brain cells. Another theory is that people dream about tasks and emotions that they didn't take care of during the day, and that the process can help solidify thoughts and memories. In general, scientists agree that dreaming happens during your deepest sleep, called Rapid Eye Movement (REM).

9
Slumber Sleuth
Fruit flies do it. Tigers do it. And humans can't seem to get enough of it. No, not that. We're talking about shut-eye, so crucial we spend more than a quarter of our lives at it. Yet the underlying reasons for sleep remain as puzzling as a rambling dream. One thing scientists do know: Sleep is crucial for survival in mammals. Extended sleeplessness can lead to mood swings, hallucination, and in extreme cases, death. There are two states of sleep - non-rapid eye movement (NREM), during which the brain exhibits low metabolic activity, and rapid eye movement (REM), during which the brain is very active. Some scientists think NREM sleep gives your body a break, and in turn conserves energy, similar to hibernation. REM sleep could help to organize memories. However, this idea isn't proven, and dreams during REM sleep don't always correlate with memories.

8
Phantom Feelings
It's estimated that about 80 percent of amputees experience sensations, including warmth, itching, pressure and pain, coming from the missing limb. People who experience this phenomenon, known as "phantom limb," feel sensations as if the missing limb were part of their bodies. One explanation says that the nerves area where the limb severed create new connections to the spinal cord and continue to send signals to the brain as if the missing limb was still there. Another possibility is that the brain is "hard-wired" to operate as if the body were fully intact - meaning the brain holds a blueprint of the body with all parts attached.

7
Mission Control
Residing in the hypothalamus of the brain, the suprachiasmatic nucleus, or biological clock, programs the body to follow a 24-hour rhythm. The most evident effect of circadian rhythm is the sleep-wake cycle, but the biological clock also impacts digestion, body temperature, blood pressure, and hormone production. Researchers have found that light intensity can adjust the clock forward or backward by regulating the hormone melatonin. The latest debate is whether or not melatonin supplements could help prevent jet lag - the drowsy, achy feeling you get when "jetting" across time zones.

6
Memory Lane
Some experiences are hard to forget, like perhaps your first kiss. But how does a person hold onto these personal movies? Using brain-imaging techniques, scientists are unraveling the mechanism responsible for creating and storing memories. They are finding that the hippocampus, within the brain's gray matter, could act as a memory box. But this storage area isn't so discriminatory. It turns out that both true and false memories activate similar brain regions. To pull out the real memory, some researchers ask a subject to recall the memory in context, something that's much more difficult when the event didn't actually occur.
5
Brain Teaser
Laughter is one of the least understood of human behaviors. Scientists have found that during a good laugh three parts of the brain light up: a thinking part that helps you get the joke, a movement area that tells your muscles to move, and an emotional region that elicits the "giddy" feeling. But it remains unknown why one person laughs at your brother's foolish jokes while another chuckles while watching a horror movie. John Morreall, who is a pioneer of humor research at the College of William and Mary, has found that laughter is a playful response to incongruities - stories that disobey conventional expectations. Others in the humor field point to laughter as a way of signaling to another person that this action is meant "in fun." One thing is clear: Laughter makes us feel better.

4
Nature vs. Nurture
In the long-running battle of whether our thoughts and personalities are controlled by genes or environment, scientists are building a convincing body of evidence that it could be either or both! The ability to study individual genes points to many human traits that we have little control over, yet in many realms, peer pressure or upbringing has been shown heavily influence who we are and what we do.
3
Mortal Mystery
Living forever is just for Hollywood. But why do humans age? You are born with a robust toolbox full of mechanisms to fight disease and injury, which you might think should arm you against stiff joints and other ailments. But as we age, the body's repair mechanisms get out of shape. In effect, your resilience to physical injury and stress declines. Theories for why people age can be divided into two categories: 1) Like other human characteristics, aging could just be a part of human genetics and is somehow beneficial. 2) In the less optimistic view, aging has no purpose and results from cellular damage that occurs over a person's lifetime. A handful of researchers, however, think science will ultimately delay aging at least long enough to double life spans.

2
Deep Freeze
Living forever may not be a reality. But a pioneering field called cryonics could give some people two lives. Cryonics centers like Alcor Life Extension Foundation, in Arizona, store posthumous bodies in vats filled with liquid nitrogen at bone-chilling temperatures of minus 320 degrees Fahrenheit (78 Kelvin). The idea is that a person who dies from a presently incurable disease could be thawed and revived in the future when a cure has been found. The body of the late baseball legend Ted Williams is stored in one of Alcor's freezers. Like the other human popsicles, Williams is positioned head down. That way, if there were ever a leak in the tank, the brain would stay submerged in the cold liquid. Not one of the cryopreserved bodies has been revived, because that technology doesn't exist. For one, if the body isn't thawed at exactly the right temperature, the person's cells could turn to ice and blast into pieces.
1
Consciousness
When you wake up in the morning, you might perceive that the Sun is just rising, hear a few birds chirping, and maybe even feel a flash of happiness as the fresh morning air hits your face. In other words, you are conscious. This complex topic has plagued the scientific community since antiquity. Only recently have neuroscientists considered consciousness a realistic research topic. The greatest brainteaser in this field has been to explain how processes in the brain give rise to subjective experiences. So far, scientists have managed to develop a great list of questions.


Kamis, April 24, 2008

Dewi Saraswati

SARASWATI

Pernahkah Anda mendengar sebaris nama yang menjadi judul tulisan ini??




Dewi Saraswati dalam lukisan India
Gelar sebagai Dewi Pengetahuan
Ejaan Sanskerta: Sarasvatī
Golongan:
Dewi
Pasangan: Dewa
Brahma
Wahana:
Angsa




Saraswati atau dalam bahasa sansekerta sarasvati ini adalah seorang dewi yang menjadi pasangan dari dewa Brahma, Sang Dewa Pencipta. Dia adalah salah satu dari 3 Dewi selain Dewi Sri (Lakhsmi) dan Dewi Uma (Durga) yang diagungkan dan disembah oleh para penganut agama Hindu.




Saraswati adalah Dewi Ilmu Pengetahuan dan Seni, selain itu pula Saraswati juga dipuja sebagai Dewi Kebijaksanaan.




Karena ada pemujaan kepada Dewi satu ini, maka tentunya ada perayaan dan ritual yang selalu dilakukan. Berawal dari sebuah pertanyaan “mengapa orang bali mampu mempertahankan budaya yang dimilikinya hingga kini dan tiada tanda – tanda akan hilang seiring kemajuan jaman??”, “mengapa orang bali selalu mampu berinovasi dan berkreasi dengan terus menghasilkan karya seni bernilai tinggi??” dan masih banyak pertanyaan lain yang muncul ketika kita tahu banyak pula orang bali yang pandai dan berhasil dalam proses belajarnya.
Jawabannya adalah mereka punya Dewi Saraswati!!! Dewi ilmu pengetahuan dan seni yang selalu mereka puja, dengan harapan mereka mampu memperoleh tambahan ilmu dan sekaligus mampu mempertahankan ilmu yang mereka miliki.




Hari Saraswati, diperingati berdasarkan kalender jawa (sansekerta) yang jatuh setiap hari Saniscara (Sabtu), Umanis (Legi), wuku Watugunung. Sehingga berdasarkan hitungan bulan masehi, Hari Saraswati diperingati setiap 210 hari sebagai bentuk penghormatan kepada Ibu Ilmu Pengetahuan dan Seni.




Biasanya Hari Saraswati diperingati dengan ritual – ritual hindu yang diantaranya adalah membaca dan merenungkan pelajaran – pelajaran suci dari kitab – kitab lontar suci yang kemudian mereka maknai berdasarkan hasil belajar masing – masing. Selain itu, mereka para penyembah Dewi Saraswati, juga mengupayakan sebuah tindakan untuk menghargai dan menjunjung tinggi sang Dewi yaitu dengan merawat dan membersihkan setiap rak buku yang mereka temui terutama di rumah mereka, mereka juga membersihkan dan merapikan buku – buku yang mereka miliki dengan hati – hati supaya Sang Dewi tidak marah dan konsekuensi akhirnya adalah mencabut ilmu pengetahuan yang mereka miliki.




Orang bali atau orang hindu pada umumnya, mungkin jarang atau bahkan tidak ada yang meremehkan atau menyepelekan buku – buku ilmu pengetahuan yang mereka miliki, apapun topik atau tema buku itu! Bahkan mungkin hanya sekedar buku cerita pun mereka akan mencoba merawatnya, karena kita tidak akan pernah tahu makna dan nilai dari sebuah buku cerita, karena begitu banyak pelajaran yang bisa diambil dari sebuah cerita.




Di Negara kita tercinta ini, INDONESIA yang didalamnya terdapat Bali sebagai pusat tempat tinggal para penganut agama hindu, adalah sebuah bukti nyata tentang pelestarian ilmu pengetahuan. Lihatlah Bali secara keseluruhan, adakah sudut Bali yang tidak memiliki ciri khas budaya Bali itu sendiri?! Bisa dikatakan TIDAK ADA! Karena kemanapun kita pergi mengelilingi Bali, maka kita akan selalu menemui esensi budaya Bali yang luhur, yang konon merupakan perwujudan nyata dari budaya kerajaan majapahit jaman dahulu! Bahkan ketika kita diluar pulau bali sekalipun, apabila kita bertemu orang bali atau menemukan rumah orang bali, maka hal itu akan sangat mudah kita kenali. Mengapa? Karena orang bali dimanapun dan kemanapun akan selalu membawa dan mempertahankan budaya yang dimilikinya sebagai bentuk identitas dan kebanggaan akan budayanya. Bahkan identitas dan kebudayaan ini pun berlaku bagi anak – anak mereka dan akhirnya setiap tetes “darah” bali pun tetap mengalir dengan berjuta nilainya dalam setiap relung tubuh anak – anak bali dan bahkan terbawa sampai mereka dewasa. LUAR BIASA!




Coba bandingkan dengan secara umum penduduk Negara kita ini, pernahkah anda menemukan seseorang yang begitu peduli akan buku? Sumber ilmu pengetahuan itu? Pasti pernah bukan… tetapi coba bandingkan dengan yang tidak peduli, kira – kira berapakah perbandingannya?? Jauh sekali bukan?!. Biarpun orang yang sangat menyenangi baca buku, berapa banyak orang yang bisa memelihara dan menjaga buku yang dimilikinya?? Tidak banyak juga bukan?!. Sekarang coba kita keluar dari negeri ini sejenak, dan mencoba untuk menengok ke Negara – Negara eropa, amerika, rusia bahkan sebagian dari asia sendiri. Bayangkan berapa banyak perpustakaan yang memiliki koleksi buku – buku kuno yang tak ternilai, mungkin sejak jaman fir’aun, jaman Socrates, Archimedes, jaman rainessance, atau jaman perang salib, jaman tokugawa, dinasti ming, dinasti chin, dan lain – lain. Anda akan menemukan banyak sekali perpustakaan di Negara – Negara sama yang memiliki koleksi – koleksi buku tua yang keadaannya masih baik dan masih dapat terbaca. Sekarang bandingkan dengan perpustakaan dinegara kita ini, kira – kira berapa banyak perpustakaan yang memiliki koleksi buku – buku tua berharga?! Selain di museum tentunya. Karena di Negara kita ini, untuk mencari barang tua, kuno, dan antik, tempat yang paling tepat adalah museum dan tak jarang kondisi pustaka koleksinya sudah hamper rusak sehingga akan hancur bila harus dipegang dengan gerakan sehalus gerakan bayi sekalipun. Luar Biasa juga kan!




Sekarang kembali akan coba persempit, Karena saya sebaai seorang muslim maka akhirnya saya ingin membandingkan dengan para kaum muslim dinegara kita ini. Coba bandingkan dengan kita para umat muslim, adakah diantara kita yang menghargai buku sebagai sesuatu yang berharga?? Atau bahkan menganggapnya sebagai bagian harta kekayaan yang kita miliki?? Ada tetapi tidak banyak, bahkan mungkin bisa dihitung dengan jari.




Pertanyaan selanjutnya adalah pernahkan kita mendapati sebuah mushola atau masjid yang memiliki koleksi Kitab Suci Al-Qur’an dalam keadaan masih bagus?? Hampir tidak pernah dan kebanyakan kitab suci yang menjadi pedoman hidup para kaum muslim itu selalu dalam keadaan yang mengenaskan, kalau tidak kumal atau lecek, seringkali sampul depan dan belakangnya hilang atau kalau tidak, kitab suci tersebut sudah terurai dari ikatan simpulnya. Mungkin banyak orang akan beralasan “wajar kan…orang kitab itu dibaca dan dipake orang banyak, bagaimana tidak menjadi rusak” atau ekstrimnya “kalo pengen tetep bagus yaaa taruh aja di lemari dan jadikan pajangan saja!”.




MasyaAllah…luar biasa jawaban yang diberikan, namun bukan itu inti pembicaraan kita tetapi apakah banyak kaum muslim yang bisanya hanya membaca buku saja tanpa mau merawatnya bahkan itu Al-Qur’an sekalipun?! Astagfirullah…semoga Allah selalu membukakan hati kita kepada kebaikan amin.




Ada sebuah cerita, saya mengutip dari komik kungfu boy edisi pertama, buku ke 18. Alkisah ada seorang anak muda yang sedang belajar ilmu beladiri di kuil Dairin yang tempatnya di suatu desa kecil di daerah China. Nama anak itu Chinmi, dia diminta gurunya untuk mengasah dan menambah ilmu yang dimilikinya dengan mengembara atau bertualang. Pada akhirnya dia tiba di sebuah desa yang sejuk tetapi sepi, di desa itu dia menemukan ilmu baru dan kebetulan dia telah mengetahui nama besar sang Suhu. Pada akhirnya dia menemukan Sang guru yang ternyata adalah seorang dokter atau tabib yang bernama Lo, dokter Lo begitu dia biasa dipanggil oleh penduduk desa itu. Pada suatu ketika Chinmi diajak untuk bertamu ke rumah dokter lo, dan betapa terkejutnya chinmi dengan koleksi buku dokter Lo yang hampir memenuhi setiap sisi rumahnya dan dokter Lo hanya mengatakan “Buku – buku ini adalah harta bagiku”. Sederhana tetapi betapa dalam jawaban dari dokter Lo, begitu pentingnya buku baginya seolah itulah harta kekayaannya yang paling berharga dibandingkan hartanya yang lain. Nah bagaimana dengan kita? Sudahkah kita menjadikan buku salah sau benda berharga didalam rumah kita??




Tiada kata terlambat untuk memulai sesuatu kebiasaan baru yang baik, yang ada hanyalah penyesalan apabila kita pada akhirnya memang sudah terlambat. Selagi masih ada yang mengingatkan, mengapa kita tidak mulai sekarang saja! Karena buku itu adalah harta yang tak ternilai dan maknanya tak akan lekang oleh waktu.




Bukankah buku berisi ilmu, dan berbagi ilmu adalah bentuk terbaik dari shodaqoh yang pahalanya akan tetap mengalir dan diperhitungkan walaupun kita telah tiada! Buku itu sama dengan bumi, yang tak hanya untuk kita tetapi juga akn diwariskan kepada anak cucu kita kelak. Mulai saat ini sayangi buku, karena Buku Untuk Generasi Kita!.

Salam Pembelajar Luar Biasa!!!
Fei Hestamma W. – Learning Partner & Counsellor
ENTITY enlightment

Senin, April 14, 2008

Keindahan Keajaiban – Keajaiban Kecil

Keindahan Keajaiban – Keajaiban Kecil
Sebuah Keindahan berpikir dalam wacana Law of Attraction

Sebuah review dari C.A.R.E. Program ENTITY Enlightment yang versi “short”nya, saya sampaikan di One Day Seminar “Miracles Inside You” PsychoFest 2008 Fakultas PSikologi Universitas Airlangga Surabaya, tanggal 29 April 2008 dan dengan bertambahnya pengetahuan baru setelahnya.

Khusnudzan…Berpikir baiklah terhadap Tuhan Penciptamu karena Allah SWT bertindak seperti apa yang dipikirkan oleh Makhluk-Nya, Allah SWT penguasa hati dan pikiran dari semua makhluk-Nya.

Ketika kita tahu kekuatan pikiran kita, ketika kita tahu bahwa kita istimewa, ketika kita tahu bahwa kita punya kekuatan untuk menentukan takdir kita sendiri dan ketika kita tahu kekuatan hukum tarik menarik (The Law of Attraction) maka kita tidak akan pernah mau untuk berbuat dan berperilaku mubazir atau sia – sia.
Bahkan kekurangan kita sekalipun bisa menjadi sebuah hal yang sangat bermanfaat untuk diri kita sendiri dan mungkin bahkan untuk orang lain, setidaknya bagi orang – orang terdekat kita.
Seorang anak SMU berkata kepada panitia dan temannya “aku baru tahu kalo lo…kalo kekuranganku ternyata bisa berguna yaa mbak!”, sebuah semangat yang luar biasa yang dia rasakan dan tertular kepada saya untuk bisa terus memberi yang terbaik untuk mereka.
Betul!! Tidak ada sedikit pun Allah SWT Sang Pencipta & Penguasa Alam Semesta ini menciptakan sesuatu itu tidak berguna! Seperti testimony diatas, bahkan kekurangan diri kita pun bisa bermanfaat! Jadi insyaAllah tidak ada yang diciptakan untuk menjadi tidak berguna di dunia ini.

Sebagai contoh Anda pernah makan buah salak?? Bagaimana cara Anda memakannya?? Masih ingat opini banyak orang kalau buah salak itu bila kita makannya kebanyakan akan membuat perut kita “error”?! masih banyak orang yang tidak tahu bahwa kita bisa makan buah ini dengan nikmat tanpa gangguan perut tetapi karena mereka tidak tahu cara terbaik menikmatinya maka mereka sebisa mungkin menghindari buah yang satu ini. Tahukah Anda?! Satu hal yang selalu dilakukan oleh orang ketika makan salak adalah membuang kulit ari yang menyelimuti daging putih buah itu dan ternyata kulit ari itulah obat mujarab untuk bisa bisa menghilangkan rasa “error” di perut kita. Luar Biasa Bukan?? Dan masih banyak lagi diluar sana bila kita mau menjelajahinya… Allahu Akbar!!
Baiklah…

Keajaiban – keajaiban kecil dilingkungan sekitar kita tidak akan pernah habis, apalagi bila kita menilik kembali kedalam diri kita, masih banyak dan akan kita temukan keajaiban – keajaiban kecil yang sangat Luar Biasa yang kita sendiri akan dibuat “Waaaaaahhhh” terperangah dan terkejut betapa hebatnya Allah SWT menciptakan diri kita ini. Tahukan Anda bahwa setiap sel dalam tubuh kita hidup dan berpikir sejalan dengan pikiran kita?! Iya!! Karena tubuh, pikiran dan emosi kita adalah sebuah kesatuan yang tidak terpisahkan, sehingga apapun yang kita pikirkan, rasakan dan lakukan akan membuat keadaan diri kita sesuai dengan kondisi tubuh kita saat itu. Contohnya ketika Anda jatuh cinta, apakah anda merasakan capek, sedih atau murung?? Tentu tidak!! Tapi Anda akan selalu bersemangat. Riang dan Senang karena Anda sedang bersuka cita bersama cinta Anda dan Anda merasa dapat melakukan apapun!. Luar Biasa!!!

“Berpikir baiklah terhadap Tuhan Penciptamu karena Allah SWT bertindak seperti apa yang dipikirkan oleh Makhluk-Nya”. Kalimat inilah yang menjadi bukti keindahan proses berpikir kita, sebuah keajaiban kecil nan luar biasa yang makhluk lain tidak dikaruniai keajaiban ini.
Pernahkah Anda merasa apa yang kita inginkan, suatu saat benar – benar terwujud dan itu sudah kita terima ditangan kita?! Saya yakin Anda pernah mengalami dan merasakannya.

Kalau kita bicara takdir, maka kita semua sepakat bahwa Allah SWT telah menentukan takdir dari kita semua. Tetapi tahukah Anda siapa yang paling berkepentingan terhadap takdir itu sendiri?! ANDA!! Ingat sebuah ayat dalam Al-Qur’an yang kurang lebih berbunyi “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mau merubahnya” itulah makna takdir sebenarnya karena kita lah yang paling berkepentingan untuk pada takdir itu sendiri!
Ketika kita sangat menginginkan sesuatu kita selalu berusaha dan berusaha serta selalu diikuti dengan berpikir dan yakin bahwa apa yang kita minta itu akan terkabul, dan ternyata memang dikabulkan oleh Allah karena keinginan kita yang kuat bahkan sangat kuat. Tetapi pernahkah kita sadar, bahwa apapun yang kita pikirkan bisa menjadi kenyataan?! Bahkan itu hanya sekedar pikiran main – main?! Seperti ketika kita bepergian dan berharap tidak kecopetan, tetapi ternyata pada kenyataannya kita malah kehilangan dompet karena kecopetan?! Tentu pernah!. Mengapa hal itu terjadi?? Karena kita lah yang menarik para copet itu untuk dekat – dekat dengan kita.

Bagaimana bisa?! Prosesnya kurang lebih adalah ketika kita berpikir untuk tidak kecopetan, maka secara tidak langsung kita berpikir dan berfokus pada para pencopet yang akan mencopet dompet kita. Dengan kata lain kita sendiri lah yang menginginkan dompet kita dicopet! Pernahkah kita berpikir seperti itu?? Mungkin itulah gambaran kalimat ketika bila kita menyitir “Allah SWT bertindak seperti apa yang dipikirkan oleh Makhluk-Nya”.
Subhanullah…Alhamdulilah…Allahu Akbar!!!

Sekecil apapun pikiran kita…insyaAllah itu akan berproses dan kita tidak akan pernah tahu bahwa prose situ bisa menjadikannya kenyataan yang mungkin bisa menyenangkan atau malah sebaliknya. Berpikir baiklah…khusnudzan.

Bagaimana apakah Anda masih berpikir “ah…itu kan sekedar iseng” atau apapun pikiran negative Anda tentang sesuatu?! Kita semua tahu bahwa penyesalan hanya ada di akhir episode, yang menentukan hanya Anda! Jadi hati – hati dengan pikiran dan apa yang anda pikirkan!.

Tadi pagi ketika menikmati sejuknya air mandi, dalam pikiran saya mengatakan “ayo selalu berpikir baik, khusnudzan sama Allah!, ingat semua pikiran kita bisa jadi kenyataan lho…”. Ketika pikiran itu melintas, ada ketakutan dalam diri saya apabila apa yang saya pikirkan terwujud, karena kebetulan itu adalah pikiran – pikiran negative yang muncul begitu saja, atau lebih tepatnya pikiran egois diri saya tentang sesuatu. Astagfirullah…

Dari sinilah beranjak sebuah pikiran baru, bersyukur…. bersyukur…. dan bersyukur dengan segala yang kita miliki, alami dan lakukan. Karena dengan bersyukur kita jadi orang yang berpikiran terbuka, positive, dan tentunya baik.

Dengan bersyukur kita bisa menikmati keindahan perjalanan hidup kita, kerikil – kerikil tajam pasti akan kita lalui dan terinjak tetapi kerikil – kerikil itu hanyalah ujian dan alat tes untuk kita bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Kemudian…..

Sahabatku…
Apabila ada sebagian orang atau mungkin Anda mengatakan “ini sudah takdir ku, jadi bagaimanapun juga aku yang akan tetap begini, tidak bisa berubah”, maka ANDA SALAH!!!
Sebuah kalimat yang saya pungut dari film Avatar The Last Air Bender, ketika Aang Sang Avatar bertemu Guru Yue untuk belajar Fire Bender, sang Guru Api mengatakan “kita tidak akan pernah tahu takdir kita seperti apa di masa depan, ibarat seekor ikan yang ditakdirkan untuk menjadi ikan yang selalu hidup di sungai, apakah ikan itu tahu takdir sungai yang dia tempati nantinya seperti apa?”. Mungkin arti dari kata – kata Guru Yue kurang lebih saya ambil maknanya seperti ini : bahwa kita memang ditakdirkan untuk menjadi seorang manusia, baik laki – laki maupun perempuan, tetapi apakah diantara kita tahu tentang takdir sungai kehidupan ini akan menjadikan kita seperti apa?, akan membawa kita kemana?. Kalaupun Anda semua punya jawabannya, tolong beritahukan, ajarkan dan tunjukkan kepada saya Anda akan menjadi apa dimasa mendatang nanti.

Selanjutnya, ketika semua orang merasa bahwa masa depan atau yang akan datang masih lama dan jauh, maka sejak anda membaca tulisan ini, mulailah tanamkan dalam pikiran dan hati Kita bahwa masa depan itu letaknya tidak jauh dan mungkin hanya sepelemparan batu!! Mulai hari ini, rancang dan rencanakan masa depan Anda! Buat peta – peta perjalanan menuju masa depan Anda!. Saya tidak mengajak Anda untuk bermimpi dan mengigau tetapi saya mengajak Anda bermimpi dan mewujudkan mimpi itu menjadi kenyataan! Apa jaminan saya?! Saya tidak bisa menjamin apapun kecuali Anda mau menjamin diri Anda untuk mau berusaha keras mewujudkan mimpi Anda!

Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi kepada kita dimasa mendatang, bukan? Sekedar mengingatkan…, masa mendatang bukan hanya sekedar sebuah masa dengan jangka waktu yang lama tetapi ingatkah kita?? Masa mendatang bia berarti 1 minggu ke depan, 1 hari ke depan, 1 jam ke depan atau bahkan 1 menit ke depan bukan?!
Ternyata masa mendatang itu begitu dekat dan kita semua sering mengabaikannya, bahkan sampai terlena dalam menikmati semua fasilitas kehidupan yang diberikan kepada kita tanpa mampu memanfaatkannya untuk perkembangan terbaik diri kita.

Saya ingat dari sebuah novel (yang menurut saya adalah pengalaman pribadi si penulis), novel Andrea Hirata. Bagi saya novel itu adalah energy dan bukti bahwa hukum tarik menarik (Law of Attraction) antara apa yang kita pikirkan dengan kenyataan adalah saling berkaitan erat dan nyata. Kalau anda membaca, masih ingatkah Anda tentang bagaimana mereka menggenggam mimpi dan harapannya untuk bisa sekolah di Universiteit de Paris Sorbonne dan akhirnya mereka berhasil menjejakkan kakinya di lantai – lantai megah Sorbonne di Paris?!. Kemudian ketika dia menemukan sebuah desa dengan nama Edensor?! Bukan sebuah kebetulan! Tetapi sebuah mekanisme dan Skenario yang Maha Dahsyat dan terbaik yang diciptakan oleh Yang Maha Terbaik yaitu Allah SWT. Itulah Law of Attraction!!

Masihkah kita ragu untuk berpikir dan berprasangka baik kepada Pencipta kita??
Akhirnya ketika kita tahu kekuatan tersembunyi kita yang besar dan tentu inilah yang ter Istimewa yang diberikan oleh Pencipta kita hanya untuk kita seorang, maka kita alangkah ruginya bila kita tidak memanfaatkannya baik untuk diri kita maupun untuk orang lain. Memanfaatkannya untuk meraih jati diri terbaik kita untuk member dan membantu orang lain meraih hal terbaik dirinya, membantu orang lain untuk meraih mimpi dan harapannya.
Sebuah hal terindah yang akan semakin memperindah jalan kehidupan kita, life is adventurous and beautifully loaded.
“Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpimu” Arai, buku ke-3 Tetralogi Laskar Pelangi, Edensor.

Hotel tanjung tretes, April 10, 2008
Fei Hestamma W.
Learning Partner & Counsellor

ENTITY Enlightment

Jumat, April 11, 2008

When Natures Call…

Ketika alam memanggil kembali…

Sebuah kebiasaan indah yang dulu selalu dilakukan dengan semangat dan gembira, sebuah kebiasaan untuk menikmati keindahan alam ciptaan Allah SWT dengan menapaki satu per satu, langkah demi langkah dan jengkal demi jengkal bumi sumber penghidupan dan perlindungan dari semua makhluk.

Keindahan yang tiada akan habis untuk disyukuri dan dirayakan dengan caranya masing – masing.

Sudah lama langkah – langkah ini tidak menapaki kembali lereng – lereng keindahan gunung perkasa yang katanya menjadi tiang penyangga bumi ini. Sejak melangkah ke tahap kehidupan baru, ada beberapa hal yang sedikit tertinggal dibelakang sana untuk sementara.
Tadi pagi, ketika aku berjalan menuju sebuah lokasi di Tretes Pasuruan, pada saat berjalan diantara villa – villa dan rumah – rumah yang ada dalam perjalananku tanpa sengaja aku mengdongakkan kepala untuk melihat dan mengamati suasana alam yang indah dan hijau. Saat itu lah…didepan mataku terpampang sebuah pemandangan agung maha luas, sebuah sosok besar berdiri tegak dengan berselimutkan pohon – pohon hijau dari lembah hingga lerengnya. Seiring dengan kabut yang merayap turun dari puncaknya, seperti kapas lembut yang perlahan – lahan merayap turun sambil member belaian lembut pada setiap pucuk – pucuk tunas pohon yang hari itu menyapa pagi.

Kapas putih itu perlahan turun meluncur ke arahku, seolah dia hendak menyambut sahabat lama yang lama tak menengok keberadaan dirinya. “Hai Sahabatku….apa kabar?? Kemarilah… ayo kemarilah… sudah lama kita tidak bertemu dan bercengkerama, berbagi keceriaan dan makna dalam balutan sejuknya udara gunung ini”, “masih ingatkah engkau akan bau segarnya pinus – pinus dilereng ini?! Ayo kemarilah…” sambil melambai – lambai kapas itu seolah memanggilku untuk naik dan menuju ke arahnya seolah dia mengerti bahwa sahabat lamanya sangat rindu dengan desau semilir lembut canda rianya.

Sang Tegak Kokoh pun dengan suara beratnya menimpali “Halo Sobat! Kemarilah…akupun rindu kepadamu” begitu kata Welirang menimpali. Arjuno juga tak kalah serunya, “Ayo…kesini, masih ingat titik ini? Dilereng ini kan ada pet bocor, ini pos 2, dst. Begitulah dia menyeru kepadaku sambil menunjuk satu persatu titik – titik terindah di lerengnya seolah dia mengingatkanku pada perjalanan lalu.

Aku pun hanya bisa menarik nafas dalam – dalam dan dengan segala kekuatan yang kumiliki, aku mencoba untuk menekan perasaan yang seolah meloncat kegirangan, berdegup dan berdesir indah seperti orang yang telah lama tidak berjumpa kekasih hati tercinta.

Seulas senyum pun ku sampaika kepada para sahabatku yang anggun dan gagah itu, sambil tetap menatap keindahan mereka aku pun berkata “kalian begitu indah sahabatku, indah tak ternilai…”. “terima kasih sahabat…, hatiku tidak bisa membohongi bahwa kami ingin berjumpa dan bermain denganmu, undangan special ini telah lama kutunggu, tetapi maaf kawanku…tidak untuk hari ini ya…”. “tidak perlu kuatir, karena kalian selalu ada dihatiku. Ada sebuah saat yang paling penting yang telah kurencanakan untuk berjumpa dan bermain kembali bersama kalian tetapi bukan saat ini, bukan sekarang…maaf ya” kulempar senyuman termanisku untuk mereka, para sahabat lama yang masih mempertontonkan keindahan dipelupuk mataku.
“kawanku…tunggulah, nanti akan kupenuhi undangan ini. Aku akan datang tapi tidak sendiri, aku akan datang dengan generasi baru, anak - anakku dan tentu keluarga kecilku”. “Akan kukenalkan engkau kepada mereka, supaya mereka tahu sahabat – sahabat sejati ayahnya, supaya mereka tahu betapa besar dan agung alam ciptaan Sang Pencipta yang juga menciptakan diri mereka”.

“Tunggu ya Sahabat – sahabatku, aku akan datang tapi tidak sendiri. Aku akan datang dengan keluargaku, anak istriku tercinta”, “sekali lagi terima kasih untuk undangan terindah untukku ini sahabat, akupun juga mohon maaf karena sekarang aku belum bisa memenuhinya”.

Hotel tanjung Tretes, April 10, 2008
Fei Hestamma W. – Learning Partner & Counsellor
ENTITY Enlightment