Senin, Januari 19, 2009

Ketangguhan dan Keimanan Warga Gaza Menakjubkan

Jumat, 16/01/2009 15:04 WIB

Sungguh menakjubkan mental dan keimanan warga Gaza. Di tengah gemuruh pesawat tempur Israel yang menjatuhkan bom-bom mematikan, warga Gaza tetap melangkahkan kaki ke masjid begitu suara adzan berkumandang.

Pemandangan ini terlihat di kawasan Syaikh Radwan, di barat Gaza. Tatkala suara adzan berkumandang dari masjid Al-Taqwa yang sudah kehilangan menaranya akibat bombardir pasukan Zionis, warga kota itu langsung berkumpul di masjid untuk menunaikan salat berjamaah.

"Begitu mendengar suara adzan, mereka langsung berdatangan ke masjid. Setiap hari, kami salah diantara reruntuhan masjid kami," kata imam Masjid Al-Taqwa.

Lebih dari 50 masjid di Jalur Gaza hancur oleh bom-bom yang dimuntahkan pesawat-pesawat tempur Israel. Serangan terburuk menimpa Masjid Ibrahim Al-Maqadma. Masjid itu itu dibombardir saat warga Gaza menunaikan shalat, yang menyebabkan 16 jamaah syahid dan beberapa jamaah lainnya luka-luka.

Tapi, meski masjid-masjid mereka hancur, warga Gaza tetap berduyun-duyun ke masjid saat mendengar panggilan shalat dan pemandangan seperti ini hampir terlihat di seluruh Gaza.

"Warga Gaza dicekam kesedihan ketika melihat serangan Israel menghancurkan masjid-masjid mereka. Tapi, begitu mendengar suara adzan keesokan harinya, mereka kembali semangat," ujar Awad Al-Sha'er, imam Masjid Khulafa Rashidiin di utara Gaza.

"Apapun yang terjadi, masjid-masjid kami akan tetap penuh. Kami tidak akan pernah membiarkan penjajahan menjadikan masjid-masjid kami kosong," tukas Al-Sha'er.

Warga Gaza berani mengambil resiko terkena bom atau ditembak pasukan Israel setiap kali mereka berangkat ke masjid. "Diam di rumah pun, tidak membuat kami aman. Jika memang sudah saatnya bagi kami untuk mati, maka kami akan mati," ungkap Abu Anas Al-Zahama, salah seorang warga Gaza yang selalu shalat berjamaah di masjid.

Selain menjadi tempat ibadah, masjid-masjid di Gaza juga berfungsi untuk membantu meringankan penderitaan warga Gaza sepanjang agresi biadab Israel ke wilayah itu.

"Sejak perang dimulai, masjid-masjid mengintensifkan bantuan untuk warga. Bukan hanya bantuan makanan, kami juga memberikan pengobatan dan uang," kata Mohammaed Anshour, imam Masjid Al-Bukhari.

Masjid Yarmuk di Gaza City melakukan penggalangan bantuan untuk warga yang rumahnya hancur oleh serangan pasukan Zionis. Dan penggalangan dana itu disambut antusias oelh warga Gaza lainnya. Meski menderita akibat serangan pasukan Zionis, warga Gaza masih bisa memberikan sumbangan untuk menolong saudara-saudaranya yang lain. Satu lagi pemandangan menakjubkan di Gaza.

Ahmad, seorang bocah berusia 8 tahun misalnya, menyumbangkan semua uang yang berada di celengannya. Begitu pula Abu Ammar, seordang pedagang, menyumbangkan selimut dan pakaian untuk warga yang mengungsi di sekolah-sekolah yang dikelola UNRWA.

"Kita harus tetap bersatu dan masjid-masjid kami akan selalu menunjukkan sikap persatuan itu. Semangat semacam ini, membuat kami tidak mudah dikalahkan," kata seorang warga Gaza yang sedang menyumbangkan uangnya ke sebuah masjid. Subhanallah... (ln/iol)

sumber :

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/ketangguhan-dan-keimanan-warga-gaza-yang-menakjubkan.htm

Korban Serdadu Israel Versi Brigade Al-Quds

Oleh Prince of Jihad pada Ahad 18 Januari 2009, 09:12 PM

Gaza (arrahmah.com) - Brigade Al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam melaporkan, para pejuang Palestina menegaskan bahwa sejak perang dimulai hingga kini (15/01) mereka telah menewaskan sedikitnya 227 orang Zionis Israel. Komite Perlawanan Palestina dalam pernyataan militernya dan satu naskahnya telah dikirimkan kepada televisi Al-Alam bahwa mereka telah menewaskan 183 tentara, 44 warga dan mencederai 207 lainnya, ditambah jumlah yang tidak terbatas dari korban tentara baik yang tewas maupun luka-luka di pihak Israel.

Berdasarkan pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Brigade Ezzeddin Qassam (Hamas), Brigade Syuhada Al-Quds (Fatah), Brigade Al-Quds (Jihad Islam), Brigade Nasir Salahuddin (Komite Perlawanan Kerakyatan Palestina), Brigade Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina, Brigade Ahmad Abu Ar-Rish, Brigade Abu Ali Mustafa dan Brigade Jihad Jibril, mereka telah melakukan sekitar 160 operasi militer menghadapi militer Zionis Israel selama 20 hari.

Dari operasi yang dilakukan para pejuang Palestina berhasil menewaskan 227 Israel dan mencederai 207 lainnya dalam 32 operasi militer sementara dalam 128 operasi lainnya tidak disebutkan jumlah korban di barisan militer Israel, karena sulit menghitungnya secara khusus. Operasi-operasi militer berhasil menembus masuk ke barisan musuh, namun pihak Zionis Israel memberlakukan sensor ketat sehingga tidak diketahui secara pasti kerugian yang mereka derita.

Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa Brigade Ezzeddin Qassam berhasil menewaskan 113 tentara Israel dan mencederai 110 lainnya dan telah meluncurkan banyak roket dan mortir ke daerah-daerah permukiman zionis di Palestina pendudukan dalam 25 operasi.

Brigade Syuhada Al-Quds menegaskan bahwa dalam 17 operasi dan infiltrasi yang mereka lakukan berhasil menewaskan 10 tentara dan mencederai 60 lainnya. Jumlah ini belum termasuk korban akibat tembakan roket ke arah Palestina pendudukan dan kontak senjata bersama unit-unit kecil tentara Israel yang berada di sekitar Gaza.

Brigade Al-Quds menyatakan berhasil menewaskan 12 tentara Israel dan mencederai 5 lainnya dalam 16 operasi militernya di Gaza. Jumlah ini belum termasuk banyaknya korban yang tewas dan cedera akibat serangan roket di Palestina pendudukan.

Brigade Nasir Salahuddin menyebut berhasil menewaskan 2 tentara dan mencederai 12 lainnya. Mereka juga berhasil menciptakan kerugian besar di pihak musuh dan berhasil menghancurkan kendaraan-kendaraan militer dalam 45 operasi militer.

Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina berhasil menewaskan 39 tentara Israel dan mencederai 5 lainnya dalam 19 operasi yang dilakukan di dalam kota Gaza dan daerah-daerah Palestina pendudukan.

Brigade Ahmad Abu Ar-Raisy berhasil menewaskan 7 tentara Israel dan mencederai lebih dari 17 lainnya selama serangan Israel. Jumlah itu belum termasuk korban akibat tembakan sejumlah roket ke daerah-daerah permukiman Palestina pendudukan dan kerugian yang diterima musuh.

Sementara Brigade Jihad Jibril mampu melakukan sejumlah operasi di Gaza dan Palestina pendudukan serta berhasil menewaskan dan mencederai banyak tentara Israel di daerah-daerah di Jalur Gaza.

Militer Zionis Israel sampai saat ini melakukan sensor ketat terkait kerugian yang dideritanya selama ini agar dapat menahan anjloknya semangat pasukannya. Terlebih setelah munculnya tanda-tanda kecenderungan tentara Israel menolak untuk membunuh penduduk sipil Palestina.

Sumber-sumber Zionis Israel terakhir mengakui seorang tentara cadangannya menolak dikirim ke medan perang sebagai bentuk protesnya membantai orang-orang tak berdosa. Ia didili dan dipenjara selama 14 hari.

Sumber-sumber itu juga menegaskan untuk pertama kalinya sejak perang muncul keinginan menolak perintah militer Israel dengan alasan ideologi yang berujung pada penolakan seorang tentara cadangan untuk ikut dalam operasi militer.

Michael Sefarad pengacara gerakan “berani menolak” menyebut 8 tentra cadangan Israel mengkonsultasikan keinginan mereka untuk mengumumkan menolak perintah untuk ikut dalam operasi militer di Gaza. Mereka bertanya mengenai hukuman paling berat yang akan mereka terima bila menolak, sambil mereka juga menegaskan bahwa semakin lama operasi militer keinginan mereka menolak akan semakin memuncak.

Penulis dan pakar militer Avi Vaksman dalam artikelnya yang dipublikasikan pekan lalu oleh koran Maariv menulis, sumber-sumber Israel tidak akan mengakui jumlah korban yang tewas dan cedera di pihak militer rezim ini agar tidak memberikan kekuatan dan spirit yang lebih kepada para pejuang Palestina dan sekaligus tidak menurunkan semangat tentaranya yang kalah. Vaksman menambahkan, Israel tidak akan mengumumkan jumlah korban kecuali hanya menyebut 10 korban tewas. Mereka tidak akan mengumumkan lebih dari itu, sekalipun jumlah korban telah melebihi seratus tentara. Karena di Israel ada undang-undang yang melarang korban tentara lebih dari 10 orang. (Prince Muhammad/sblcyber/arrahmah.com)

sumber :

http://www.arrahmah.com/index.php/news/read/3101/korban-serdadu-israel-versi-brigade-al-quds