sebuah pertanyaan akhirnya muncul juga "mengapa baru sekarang kurasakan", tapi pertanyaan itu seharusnya kusimpan rapat-rapat dalam hati. karena bukankah semua adalah sebuah Rencana yg Begitu Indah dari Allah SWT untuk hamba-hambaNya??seperti dalam sebuah novel yang pernah kubaca, seorang ustadz atau bahkan syeikh muda yang mengingatkan seorang jama'ah yang membunyikan "amin" dengan begitu kencangnya.
"akhi...tiada selembar daun pun yang jatuh tanpa seijin Allah SWT"
begitu menggetarkan kalbu kata-kata ini....Subhanallah...
malam minggu kemarin, ketika aku tidak bisa ikut jadwal tarjim sabtu pagi ba'da subuh, seorang rekan mengingatkan "nanti malam ba'da tarawih ada mabit, antum datang ya..., sekalian nanti dilanjut sama qiyammul lail bersama", "insyaAllah..." begitu saya sampaikan
dan alhamdulilah...aku bisa datang setelah tarawih di rumah mertua.
mabit dimulai jam 21.00 dan materinya tentang Shalat cara Rasullullah SAW. LUAR BIASA!!! SubhanAllah....aq benar-benar dibukakan tentang arti 10 hari ke-2 Ramadhan adalah Maghfirah.
aq dibukakan tentang keajaiban-keajaiban dalam shalat. "Shalatku adalah Istirahatku" begitu kata Nabi SAW tentang shalat.
dan dari mabit pula, kuperkaya lagi pengetahuanku tentang shalat dan alhamdulilah shalat terasa begitu ringan dan bukanlah beban lagi...Alhamdulilah...
selain itu, dari Mabit kemarin, semakin memperkaya pula penyusunan modul Shalat Khusyuk yang ingin ku sharing dengan teman-teman, semoga segera terselesaikan...amin
sebelum mabit berakhir, muhasabah adalah sebuah penguat bagi kami. hanya kata SubhanAllah...Alhamdulilah....yang bisa ku ucapkan atas semua maghfirah kemarin.
kami pun merenung, menimbang diri kami, meminta ampunan, berkaca, dan kami pun berurai air mata....SubhanAllah Indahnya...
Ya Allah...dekatkan kami, pererat tali persaudaraan kami, dekatkan kami dengan majelis ini...
inikah maghfirah yang Engkau Janjikan kepada Kami di 10 hari ke-2 di bulan Ramadhan?
Terima kasih Yaaa Allah..... tetap dekatkan kami dengan majelis-majelis ilmu dan dzikirmu...amin.
17 Ramadhan 1430H
Febry 'fei' H. Wicaksana
hanya seorang yg faqir