Wahai Al-Faqir…Tengoklah diri kita…
Sesungguhnya menuntun setiap mukmin untuk menyadari bahwa tak soal siapa, apa dan bagaimana kita dimasa lalu, yang terpenting adalah bagaimana kita membentuk hari ini untuk mencapai hari esok yang lebih baik dan menuntaskan hidup ini dalam kondisi yang paling baik.
Maka Allah menegaskan betapa beruntungnya mereka yang memilih jalan kebaikan dan mensucikan dirinya. Sebaliknya betapa meruginya mereka yang memilih jalan keburukan dan mengotori dirinya.
Ingatlah! Sekali anda sombong maka berarti anda telah merendahkan diri anda sendiri, sekali anda angkuh maka anda telah menghina diri anda sendiri.
Karena dengan sombong dan angkuh walaupun itu hanya sekali, anda akan tercela dan merendahkan martabat anda di mata orang dan membuat mereka selalu berpikiran negatif terhadap anda.
Ketika Allah Azza Wa Jalla menginginkan hamba-Nya menjadi sosok yang lebih baik, maka Allah Azza Wa Jalla tak akan berhenti mengujinya hingga hamba al-faqir itu menjadi tangguh dan lebih baik lagi.
Wahai Nafsul Muthmainah…
Wahai Jiwa –jiwa yang Tenang....
Lembutkan hatimu…
Lembutkan hatimu…
Lembutkan hatimu....
Lembutkan ucapanmu...
Be Istiqomah, Sabar, dan Ikhlash wahai Al-Faqir.....
Rajawali, 23 Maret 2007
Fei “Al-Faqir”

