Pilihan ini terus memberikan konsekuensi kepadaku
But It's OKay, Every Choice has It's Own ConsequencesSejak adanya Agresi Israel ke Gaza dan informasi kalo Facebook, atau yang biasa disingkat FB punya Yahudi, akhirnya ku putuskan untuk tidak membuka Acc FB.
seiring berjalannya waktu, FB begitulah singkatan nama yang diberikan Kakek ku Almarhum yang seorang Veteran Pejuang '45. aku ingat semua barang milikku terdapat Tulisan FB sebagai penanda itu barang milikku.
sekarang muncul FB yang lain, dan kuputuskan I Know It & No Thanks.
seiring waktu juga, banyak inviter FB yang muncul di e-mailku hingga hari ini. apalagi akhir-akhir ini kutahu, ternyata milist angkatan pas kuliah sepi juga gara2 FB. banyak rekan yang minta aku join, dia bilang "milist dah sepi, semua pindah ke FB, ikut aja..." begitulah ajakannya...
ada teman lain yang menimpali "iyo...arek2 rame di FB, nongol donk.."
selain itu banyak kolega yang juga minta di Add di FB, padahal mereka tidak tahu kalo saya ndak punya FB.
apa benar itu salah satu jalan untuk bisa menikmati melimpahnya rizki?
karena disisi lain, setiap penny, sen dan dollar dari setiap klik menjadi sumbangan yang cukup besar untuk Agresi pada waktu itu.
Antara Creating or Not Creating, Antara Membuka Jalur Relasi dan Mencari Jalan Relasi yang lain? Haruskah FB? or Any Ideas Still Remaining and Hanging Around and Around My Minds...
And The Temptation still contionous....
Surabaya, 15 Juni 2009
Febry H. Wicaksana
Learning Partner & Counsellor of ENTITY Enlightment