Selasa, Oktober 07, 2008

Berapa Lama Kita Dikubur?

Sebuah Renungan Setelah Kita keluar dari Super Training Ramadhan, yang LUAR BIASA Fantastic, Yang LUAR BIASA Murah tetapi memiliki Bonus dan Nilai Pendidikan yang DAHSYAT!!!

sebelumnya Taqoballahu Minna Wa Minkum, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf LAhir dan Bathin. Semoga dengan selesainya Super Training Ramadhan, bisa menjadikan kita sebagai Hamba - Hamba yang bersyukur dengan Hijrah dari Ahli Neraka menjadi Ahli Surga yang Takwa. Amin.
untuk Sahabat dan Guru Saya..."Terima Kasih Kang...buat Inspirasi Pencerahannya"

kisah ini saya sadur dari "Jurnalisme Seruni - Berapa Lama Kita Dikubur?" yang dikirim oleh seorang rekan di milist.

Subhanalloh...

sebuah Ikhtibar untuk Kita renungkan...

Semoga senantiasa dapat mengingatkan kita mengenai apa arti kehidupan kita di dunia ini dan yang pasti semoga bermanfaat...

BERAPA LAMA KITA DIKUBUR?

Awan sedikit mendung, ketika kaki- kaki kecil Yani berlari-lari gembira diatas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah karet.

baju merahnya yang kebesaran melambai-lambai tertiup angin. Tangan kanannya memegang es krim sambil sesekali mengangkatnya kemulut untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkeram ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum karet, berputar sejenak kekanan dan kemudian duduk diatas seonggok nisan "Hj. Rajawali binti Muhammad, 19-10-1915 : 20-01-1965"

"Nak...ini kuburan nenekmu, mari kita berdoa untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yang mengangkat ke atasdan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk neneknya...

"Ayah...nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya yah?!" Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara ibunya.

"Hmm..berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya yah..." kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung.

"Ya...nenekmu sudah didalam kubur 42 tahun" jawab Ayahnya

Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan disana. Disamping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini : 19-02-1882 : 30-01-1910"

"Hmmm...kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya yah..." jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. sekali lagi ayahnya mengangguk.
Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya itu. "memangnya kenapa ndhuk?" kata sang Ayah menatap teduh mata anaknya.

"Hmm...ayah kan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu dikubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "iya kan yah?!"

Ayahnya tersenyum "lalu?"
"iya...kalau nenek banyak dosanya berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? kalo nenek banyak pahalanya, berati nenek sudah 42 tahun senang dikubur...ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampak cemas.... "iya nak, kamu pintar" kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yani nampak gelisah diatas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya...42 tahun hingga sekarang...kalau kiamat 100 tahun lagi....142 tahun disiksa...atau bahagia kubur....lalu dia menunduk dan meneteskan air mata...

kalau Ia meninggal...lalu banyak dosanya...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi, berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?!
Innalillaahi Wa Inna Ilaihi Roji'un....air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah dia selama itu disiksa? iya kalau kiamat 1000 tahun kedepan, kalau 2000 tahun lagi? kalau 3000 tahun lagi? selama itu Ia akan disiksa dalam kubur.
Lalu setelah dikubur? bukankah akan lebih parah lagi? Tahankah? padahal melihat preman dipukuli massa di televisi kemarin Ia sudah tidak tahan...dan apakah semua harta yang dikumpulkan akan dapat membantu ketika sedang berhadapan dengan Malaikat Maut? posisi dan jabatannya, dapatkah men back up nya? Harta dan Jabatan semua ditinggalkan dan menjadi tidak berguna pada waktu itu....

Ya ALLAH...Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur...air matanya semakin membanjiri jenggotnya.

Allahumma As Aluka Khusnul Khootimah...berulang kali dibacanya DO'A itu hingga suaranya serak....dan Ia berhenti sejenak ketika terdengar batu Yani.

Dihampirinya Yani yang sedang tertidur pulas diatas dipan bambu. Dibetulkannya selimutnya. Yani terus tertidur...tanpa tahu betapa Sang Bapak sangat berterima kasih padanya, karena telah menyadarkannya Arti Sebuah Kehidupan...dan apa yang Akan Datang DiDepannya...

"Yaa ALLAH, letakkan dunia ditanganku, jangan Kau letakkan di hatiku....."

1 komentar:

  1. Just info, Pelatihan SEFT Total solution Training yang Membahas Luck Factor kembali di gelar pada tanggal 20-21 Desember 2008 di Hotel Harris, Jl. Dr. Sahardjo 191. Tebet. Jakarta Selatan. Untuk registrasi dan pendaftaran silahkan hubungi Vina Afdi di LoGOS Institute. Jl. Jatiwaringin 24 Kavling K Telp. 021-86605151 ext 0 atau SMS Center di 081807788120. Informasi selengkapnya dapat kunjungi http://www.LoGOS-Institute.com/

    Best Regards,

    Endy Fatah Joesoef
    0818991915
    email : seftcenterlogos@in.com

    BalasHapus